_MG_3467

Kopi Darat SID

Kopi Darat Sistem Informasi Desa atau Kopdar SID adalah wahana untuk berkumpul dan saling berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang SID. Wahana ini muncul atas inisiatif dan partisipasi aktif para pegiat SID sejak awal kehadirannya pada 2009 hingga kini.

Rangkaian kegiatan Kopdar SID:

  • Sesi Inkuiri Apresiatif. Sesi ini akan membahas sejarah perjalanan SID dan pemanfaatannya. Dalam sesi ini, para peserta Kopdar SID juga akan berbagi pengalaman mereka menggunakan SID dan tentang topik umum.
  • Peluncuran SID 3.04
  • Technical Working Groups. Sesi ini merupakan suatu upaya penajaman capaian-capaian yang telah berhasil dilakukan dalam penerapan SID. Sesi ini terbagi menjadi dua kelas secara paralel, yakni kelas Pemanfaatan SID dan Advokasi serta kelas Oprek Aplikasi SID.

Susunan Acara Kopdar SID
Jumat, 22 April 2016
09.00 – 15.00 WIB    Registrasi peserta Kopdar SID
15.00 – 15.30 WIB    Pembukaan
15.30 – 16.30 WIB    Appreciative Inquiry session
16.30 – 17.00 WIB    Peluncuran dan rilis publik SID 3.04
17.00 – 19.00 WIB    Ishoma
19.00 – 21.00 WIB    Technical Working Groups: Kelas Pemanfaatan & Advokasi dan Kelas Oprek Aplikasi SID

Tentang SID
SID mulai dikenalkan pada pertengahan Juni 2009 di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Tahun berikutnya, SID mulai menyambangi Desa Terong Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul DIY. untuk diskusinya sendiri dimulai semenjak tahun 2006 dari hasil diskusi tersebut menghasilkan SIDESA yang kemudian berganti nama menjadi SID.

Lebih dari sekedar seperangkat alat, SID adalah proses pemanfaatan data dan informasi untuk mendudkung pengelolaan sumberdaya berbasis komunitas di tingkat desa. Melalui SID, Combine Resource Institution (CRI) bercita-cita memfasilitasi partisipan jaringan CRI untuk mewujudkan komunitas-komunitas otonom. Tujuannya, agar mereka mampu menyelenggarakan proses pengambilan keputusan kolektif secara demokratis. Di samping itu juga agar dapat melakukan kontrol publik secara efektif melalui pengembangan sistem informasi komunitas.

Ada beberapa alasan yang mewarnai lahirnya SID. Pertama, banyaknnya dokumen desa yang tidak terselamatkan saat gempa di Yogyakarta tahun 2006. Bencana tersebut memunculkan kebutuhan untuk mengubah bentuk arsip dari hardfile (manual) menjadi softfile. Alasan lain adalah adanya kebutuhan untuk menemukan data secara cepat. Beberapa desa sudah pernah memulai dengan menggunakan sistem berbayar, namun hal tersebut dirasa membebani keuangan desa. Terakhir, banyaknya permintaan data desa dari pemerintahan supra desa (kabupaten) yang tidak bisa dpenuhi oleh desa dalam waktu yang cepat menjadi alasan lahirnya SID.

Pengesahan UU Desa pada 18 Desember 2013 memberikan secercah harapan baru bagi desa untuk mereformasi strategi pembangunan. Ide besarnya adalah transformasi pembangunan desa berbasis dan berorientasi kebutuhan dari masyarakat desa.

Pasca pengesahan UU Desa, ada tiga poin krusial yang harus dikawal. Pertama, model perencanaan pembangunan desa berbasis data desa yang memenuhi prinsip partisipatif dan memperkuat peran desa dala kebijakan strategis. Kedua, pengelolaan ase dan tata kelola keuangan desa agar memenuhi kaidah transparansi dan akuntabilitas yang bermanfaat bagi masyarakat desa. Ketiga, penguatan kapasitas sumberdaya manusia, baik perangkat desa maupun masyarakat dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan desa.

Partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan pembangunan desa masih sangat terbatas. Padahal, upaya pembenahan strategi dengan penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (musrenbang) dari tingkat dusun sampai desa serta kecamatan untuk masuk kabupaten sudah dilakukan.

Minimnya partisipasi masyarakat tersebut tidak lepas dari minimnya akses dan pemahaman masyarakat terhadap data dan informasi. Kendala tersebut sebenarnya dapat diakomodasi dengan membangun database yang partisipatif dan interaktif. Melalui perbaikan sistem dan mekanisme perencanaan dari data lokal, maka tata kelola aset dan keuangan desa dapat dibenahi. Berangkat dari database desa pula, perencanaan di tingkat kawasan dan kabupaten/kota dapat terkelola secara terpadu. Selengkapnya tentang SID, di sini

Pendaftaran Kopdar SID

Bila anda tidak menemukan tampilan formulir dengan sempurna dalam iframe ini, anda bisa mengakses langsung formulir tersebut disini.