Pasar Jongkok ala Pasar Komunitas

SURVIVE!Garage memaknai “jagongan” sebagai ruang komunikasi santai. SURVIVE!Garage yang menjadi salah satu kolaborator dalam JMR 2016 ini pun terinspirasi mengangkat konsep “Pasar Jongkok” sebagai ruang komunikasi dalam Pasar Komunitas.

“Pasar Jongkok” ala Pasar Komunitas ini akan berlangsung selama pelaksanaan JMR 2016, 21-24 April di sekitar Pendapa Ajiyasa, kompleks Jogja National Museum. Konsep pasar ini sangat lekat dengan pasar rakyat di Kota Yogyakarta yang memungkinkan penjual dan pembeli bisa berkomunikasi dengan baik tanpa jarak. Tata letak barang dagangan dan media yang digunakan dalam Pasar Jongkok ini juga sederhana sebagaimana sebuah pasar rakyat. Workshop zine dan berbagai workshop kreatif lainnya akan hadir untuk membuat interaksi dan ruang komunikasi lebih akrab.

Dalam Pasar Jongkok ini, SURVIVE!Garage menggandeng komunitas Taring Padi, Needle & Bitch, Menara Project, PM Project, Kelompok Garis Bawah, Yellow Teeth, PALU (Paguyupan Lapak Urban) & Ulir, Setara Equalita, dan Tamimi. Mereka akan menganyam inisiatif dengan mempresentasikan pengalaman dan capaian, mulai dari membuka “bengkel karya”, penjualan barang tertentu, hingga kuliner dalam pengelolaan media untuk isu/kepentingan yang dikelola kepada publik.

Pasar Komunitas menekankan konsep sehat bagi pengunjung dan lingkungan. Pengunjung dan penjual wajib membuang sampah berdasarkan jenisnya di tempat yang telah disediakan. Penjual yang kedapatan membiarkan sampah berserakan di lapaknya akan mendapat sanksi denda. Hal tersebut merupakan salah satu wujud kepedulian menjaga lingkungan dalam Pasar Komunitas ini.

Workshop dalam Pasar Komunitas

A. Workshop membuat zine oleh Komunitas Garda Belakang
Kamis, 21 April 2016 (15.00 – 18.00 WIB)

Zine pada awalnya digunakan sebagai media propaganda di Rusia untuk menjatuhkan tsar di Rusia. Pada perkembangannya zine digunakan oleh komunitas underground sebagai media untuk menolak media mainstream yang dianggap tidak sehat sekitar tahun 1960. Tujuan dari workshop ini adalah mengajak semua orang agar bisa membuat media sendiri yang cukup efisien dari segi bahan dan distribusi.

B. Workshop membuat Pembalut Kain oleh Needle n Bitch
Jumat, 22 April 2016 (pukul 15.00 – 18.00 WIB)

Salah satu project Needle n’ Bitch adalah produksi dan edukasi sustainable and environmental friendly craft. Salah satu produk terakhir yang diproduksi adalah Pembalut Kain (Washable Menstrual Pad). Ide pembuatan pembalut kain ini berangkat dari kekhawatiran terhadap pembalut sekali pakai yang mengandung banyak zat kimia (risiko gangguan kesehatan kesehatan reproduksi perempuan) dan tidak ramah lingungan (sampah yang dihasilkan tidak bisa di daur ulang dan mencemari tanah). Berdasarkan hal inilah, Needle n’ Bitch mulai bereksperimen dan akhirnya membuat pembalut kain sendiri dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan.

C. Workshop Paste Up oleh Bayu Widodo, SURVIVE!Garage
Tema : “Memorise of portrait”
Sabtu, 23 April 2016 (15.00 – 18.00 WIB)

Potret diri menjadi sebuah kenangan dalam sebuah kehidupan individu. Bagaimana mereka memosisikan dirinya sebagai penyebar pesan. Pesan dalam workshop ini difokuskan bagaimana mereka peduli dan mengenal lingkungan kotanya. Paste up merupakan teknik poster yang sederhana dan menjadi media penyampai pesan yang murah. Pada workshop ini akan menggabungkan teknik fotografi dan print atau photocopy.