Jagongan Media Rakyat

JMR2016

Jagongan Media Rakyat (JMR) 2016 adalah gelaran yang diinisiasi oleh COMBINE Resource Institution. Acara yang digelar setiap dua tahun sekali ini sudah menapaki gelaran keempatnya sejak 2010. JMR merupakan ruang pertemuan berbagai pihak untuk membahas isu­-isu sosial kemasyarakatan dengan informasi sebagai mediumnya. Dengan semangat berkumpul, berbagi, bergerak, para partisipan diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perubahan sosial yang lebih baik.

Pada gelaran terakhir, 2014, yang dihelat di Jogja National Museum (JNM), JMR telah melibatkan 30 lembaga dan komunitas, menghadirkan 51 diskusi dan workshop, 34 diskusi dan pemutaran film. Selama empat hari, 2500­-an pengunjung turut berpartisipasi dalam gelaran tersebut.

Tahun ini, JMR akan menyuguhkan 25 isu bahasan yang diklasifikasi ke dalam 3 klaster, yakni inovasi, advokasi dan literasi. Adapun isu yang akan diangkat adalah, Inovasi: perkotaan, kebencanaan, ekonomi kreatif dan teknologi informasi; Advokasi: desa, lingkungan, heritage, hukum & HAM, maritim, pertanian, masyarakat adat, perlindungan anak, difabel dan kesehatan; Literasi: jurnalisme, ekonomi mandiri, literasi media, media baru, seni & aktivisme sosial dan penerbitan independen. Topik-topik tersebut terbuka bagi siapa pun; pegiat lembaga non-pemerintah, akademisi, mahasiswa, komunitas, maupun individu­-individu yang tertarik dengan isu terkait.

Menganyam Inisiatif Komunitas

Melalui tema tersebut, JMR ingin menjadi ruang antara yang mempertemukan berbagai komunitas dengan inisiatifnya. Di ruang itulah masing-masing komunitas bisa saling berbagi pengalaman dalam merespons peluang dan tantangan yang ada, untuk kemudian saling menghubungkan diri menjadi bagian dari sebuah jaringan yang berselang-seling menganyam tujuan bersama.

Tema “Menganyam Inisiatif Komunitas” akan dikupas dalam tiga kategori pembahasan, yakni inovasi, literasi dan advokasi. Melalui tiga kategori ini, JMR diharapkan bisa menghadirkan beragam sisi dampak dari perubahan, termasuk cara komunitas merespons dampak tersebut, secara lebih utuh.

Pada 2016 ini, JMR diselenggarakan untuk yang ke empat kalinya. Kegiatan ini pertama kali digagas pada 2010 dan kemudian menjadi kegiatan rutin dua tahunan. Sejak awal, JMR memang dirancang sebagai ruang untuk memertemukan kelompok-kelompok masyarakat yang secara umum memerjuangkan kepentingan komunitas, maupun secara khusus bergelut di bidang tata kelola informasi—termasuk di dalamnya media komunitas.

JMR diharapkan bisa menjadi tempat mengartikulasikan aspirasi yang berujung pada gerakan bersama untuk mendorong perbaikan di sektor media dan tata kelola informasi yang lebih berpihak kepada rakyat.

English Version

TUJUAN
JMR 2016 menawarkan ruang bagi aktor-­aktor lintas disiplin untuk bersama-­sama mendialogkan ide, berbagi kemampuan, serta berkolaborasi untuk mendorong perubahan sosial di Indonesia. Dengan tema akbar “Menganyam Inisiatif Komunitas”, gelaran ini diharapkan mampu memperkuat inisiatif komunitas di tingkatan akar rumput dan terbangun jejaring kerja berkelanjutan.

PRINSIP JMR
Terbuka

  • Siapa pun yang hadir dalam kegiatan ini, baik sebagai peserta, pengisi acara, maupun pengunjung dapat saling berinteraksi secara langsung untuk berbagi pengalaman tentang pengelolaan informasi dan media rakyat.
  • Setiap materi pengetahuan yang dibagikan di seluruh sesi acara bisa diadaptasi dan diterapkan oleh kelompok manapun.
  • Segenap ruang yang ada dalam JMR bisa diakses oleh siapapun.
  • Acara ini terbuka untuk seluruh anggota masyarakat.

Kolaboratif

  • Peserta maupun pengisi acara didorong untuk bekerjasama dengan peserta atau pengisi acara lain dalam mengisi setiap sesi kegiatan.
  • Pengunjung bebas berinteraksi dan membangun jaringa dengan para peserta maupun pengisi acara.

Ramah lingkungan

  • Peserta dan pengunjung acara sangat disarankan untuk datang ke acara ini menggunakan angkutan umum maupun moda transportasi ramah lingkungan lainnya, misalnya sepeda, sebagai langkah untuk mengurangi emisi.
  • Peserta disarankan membawa botol minuman sendiri, dan panitia akan menyediakan air minum di sejumlah titik, guna mengurangi konsumsi minuman dalam kemasan plastik sekali pakai selama acara.
  • Penggunaan daya listrik akan diperhitungkan dengan cermat supaya tidak boros
  • Panggung pertunjukkan menggunakan sistem suara (sound system) secukupnya supaya menghemat daya listrik.
  • Panitia meminimalkan penggunaan bahan plastik maupun bahan sekali pakai lainnya yang sulit diurai alam baik untuk kebutuhan promosi maupun keseluruhan acara.

Panitia

Panitia Inti
Relawan